Konflik AS-Iran Jadi Peringatan, Johan Rosihan: Jangan Bergantung Impor Pangan dan Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, meminta pemerintah menjelaskan secara transparan rencana impor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat. Meskipun volumenya kecil, ia khawatir kebijakan ini bisa menjadi pintu masuk untuk perluasan impor beras, sekaligus menentang klaim pemerintah soal produksi dan stok nasional yang cukup. Johan menekankan agar pemerintah membuka jenis beras yang diimpor, siapa pengguna, dasar kebutuhannya, dan mekanisme distribusinya.
Menurut Johan, kebijatan pangan tidak boleh hanya menjadi instrumen kompromi perdagangan. Ia memastikan setiap keputusan impor tidak bertentangan dengan agenda swasembada dan kepentingan petani dalam negeri. Jika produksi dan stok benar-benar mencukupi, hasil petani Indonesia harus diutamakan.
Johan juga mengingatkan risiko geopolitik AS terhadap Iran yang dapat memicu tekanan harga energi dan pangan global. Ketegangan militer di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan menaikkan biaya logistik internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 00.20
Singgung Perang Iran, Johan Rosihan Peringatkan Dampak Rencana Impor 1.000 Ton Beras Amerika
Berita terkait
Prabowo Diminta Buka Impor Beras, Amran Bilang Jangan: Bisa Bikin 115 Juta Petani Demotivasi
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 14.13
Bulog Mau Ubah 380 Ribu Ton Beras Umur 10 Tahun Jadi Tepung, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.20
Tanpa Swasembada Pangan Harga Beras RI Bisa Tembus Rp20.000/Kg
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.35
Presiden Tegaskan Swasembada 8 Komoditas Pangan, Produksi Lampaui Kebutuhan Nasional
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 12.04