Konflik AS-Iran Jadi Peringatan, Johan Rosihan: Jangan Bergantung Impor Pangan dan Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, meminta pemerintah menjelaskan secara transparan rencana impor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat. Meskipun volumenya kecil, ia khawatir kebijakan ini bisa menjadi pintu masuk untuk perluasan impor beras, sekaligus menentang klaim pemerintah soal produksi dan stok nasional yang cukup. Johan menekankan agar pemerintah membuka jenis beras yang diimpor, siapa pengguna, dasar kebutuhannya, dan mekanisme distribusinya.
Menurut Johan, kebijatan pangan tidak boleh hanya menjadi instrumen kompromi perdagangan. Ia memastikan setiap keputusan impor tidak bertentangan dengan agenda swasembada dan kepentingan petani dalam negeri. Jika produksi dan stok benar-benar mencukupi, hasil petani Indonesia harus diutamakan.
Johan juga mengingatkan risiko geopolitik AS terhadap Iran yang dapat memicu tekanan harga energi dan pangan global. Ketegangan militer di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan menaikkan biaya logistik internasional.
Bagikan
Berita terkait
Presiden Tegaskan Swasembada 8 Komoditas Pangan, Produksi Lampaui Kebutuhan Nasional
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 12.04
BM PAN Sebut Narasi Zulhas soal Tanam Sawit Disalahpahami
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.39
Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Rajiv Puji Kapolri Cepat Tangkap Keinginan Presiden Swasembada Bawang Putih
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.55