Sinyal Bahaya Ekonomi AS: Pekerjaan Hilang, Warga Terjebak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
Ekonomi AS mengalami penurunan signifikan pada Juli 2026. Bureau of Labor Statistics (BLS) mencatat AS kehilangan 23.000 lapangan kerja, meski tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%. Penurunan ini terjadi karena banyak pekerja menyerah dan keluar dari angkatan kerja. Data Juni dan Mei juga direvisi drastis, dengan penambahan kerja menjadi jauh lebih rendah dari ekspektasi. Pertumbuhan gaji melambat ke tingkat terendah dalam lima tahun, hanya 0,1% per jam di bulan Juli. Inflasi mencapai 3,5%, lebih tinggi dari pertumbuhan gaji, menyebabkan tekanan finansial bagi masyarakat AS.
Bagikan
Berita terkait
Harga Emas Turun, Konfik Selat Hormuz Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.37
Harga Diesel AS Tembus Rp 115.915/Galon, Rekor Tertinggi Sejak 2022
kumparan · 21 September 2026 pukul 13.40
Donald Trump Dihantam Isu Inflasi, Tingkat Kepuasan Publik AS Anjlok Jelang Pemilu Sela
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.06
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% Abaikan Tuntutan Donald Trump
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 10.37