Harga Emas Turun, Konfik Selat Hormuz Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga emas spot turun 0,5% menjadi USD 4.261,59 per troy ounce pada Senin (28/9), melanjutkan tren penurunan mingguan lebih dari 2%. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) guna menekan inflasi, yang diperburuk oleh tingginya harga energi akibat kebuntuan pembukaan kembali Selat Hormuz antara AS dan Iran.
Konflik AS-Iran menyebabkan harga minyak Brent melonjak sekitar 70% tahun ini, memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 65%. Selain emas, logam mulia lain seperti perak juga melemah, sementara indeks dolar AS menguat 2% sejak awal September. Investor kini mengawasi kurva imbal hasil Treasury AS yang mendatar sebagai indikator risiko perlambatan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 10.19
Rupiah melemah seiring data penjualan barang tahan lama AS lebih kuat
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 07.30
Prediksi Harga Emas Sepekan, Data Ekonomi AS Membayangi
JawaPos · 28 September 2026 pukul 07.15
Dibayangi Sikap Hawkish The Fed dan Data Ekonomi AS, Rupiah Berpotensi Tertekan
Berita terkait
Harga Emas Dunia Turun Lagi, Konflik Selat Hormuz Bikin Pasar Waspadai Inflasi
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.37
Harga Emas Dunia Tertekan, Investor Kurangi Aset Safe Haven
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 07.41
Donald Trump Dihantam Isu Inflasi, Tingkat Kepuasan Publik AS Anjlok Jelang Pemilu Sela
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.06
Harga Emas Hari Ini Melesat 2% Setelah Harga Minyak hingga Dolar AS Tertekan
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 07.33