The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% Abaikan Tuntutan Donald Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Federal Reserve (The Fed) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75% hingga 4,00% pada Rabu (16/9). Keputusan ini merupakan kenaikan pertama sejak 2023 dan diambil untuk mengatasi tingkat inflasi yang dinilai terlalu tinggi dalam durasi yang lama. Langkah ini juga menegaskan independensi The Fed karena mengabaikan tuntutan Presiden Donald Trump yang mendesak penurunan suku bunga.
Tekanan inflasi di Amerika Serikat dipicu oleh konflik dengan Iran, kebijakan tarif era Trump, serta perkembangan teknologi AI. Berdasarkan Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP), kemungkinan akan ada setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun 2026. Ekonom menilai langkah ini tepat karena fundamental ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat untuk menyerap dampak kebijakan moneter yang lebih ketat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 09.41
The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Sinyal Kenaikan Masih Menguat
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.45
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat
kumparan · 17 September 2026 pukul 08.03
Naikkan Suku Bunga Usai 3 Tahun, The Fed Beri Sinyal Hawkish hingga Akhir Tahun
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 07.24
The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka
Berita terkait
Di Bawah Kevin Warsh The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali Sejak 2023
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 06.11
The Fed AS Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75-4%, Pertama Sejak 2023
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 05.38
Bos The Fed Bikin Pasar Kaget, Suku Bunga AS Berpotensi Naik
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 22.00
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11