SKK Migas Beberkan Skenario Kurangi Ekspor LNG demi Pasokan Dalam Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan ekspor LNG dan gas pipa dapat dikurangi bila pasokan domestik tidak mencukupi. Saat ini, 75% produksi gas nasional digunakan untuk kebutuhan dalam negeri melalui pembangkit listrik, pupuk, industri via PGN, lifting minyak, dan jaringan rumah tangga. Sisanya 25% dialokasikan untuk ekspor, utamanya ke Singapura. Djoko Siswanto menyebut gangguan seperti kebocoran pipa TGI (200 MMSCFD), kebakaran di Subang, dan kebakaran switchgear di fasilitas BP menekan produksi. Untuk mengantisipasi kekurangan, SKK Migas menyiapkan kontrak fleksibel guna mengalihkan pasokan ke pembeli lain bila tidak terpakai.
Bagikan
Berita terkait
Kedaulatan Energi di Usia 81 Tahun Kemerdekaan RI: Optimalisasi Gas Bumi dan Agresivitas Eksplorasi Hulu Migas jadi Kunci
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.00
Kejar Lifting 610 Ribu Bph, SKK Migas Bidik Dead Stock dan Sumur Rakyat
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.40
Pemerintah Diminta Jangan Salah Desain BUK Migas hingga Picu Konflik Kepentingan
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 18.32
RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Harus Terbentuk 1 Tahun Setelah Sah
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 03.00