Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Smelter Freeport Resmi Beroperasi Kembali, Apa Dampaknya Bagi Hilirisasi?

PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi mengaktifkan kembali dua fasilitas pengolahan tembaga, yaitu PT Smelting dan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur. Kedua fasilitas tersebut memiliki kapasitas peleburan gabungan hingga 800.000 ton katoda tembaga per tahun. PT Smelting sebelumnya dihentikan operasinya pada 8 Agustus 2026 untuk perbaikan furnace, sementara Smelter Manyar kembali beroperasi setelah pemulihan pasokan konsentrat dari tambang Grasberg. Direktur IMEW, Ferdy Hasiman, menyatakan operasional kembali smelter menjadi momentum penting untuk memperkuat hilirisasi mineral nasional. Peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menambahkan bahwa Smelter Manyar kembali menerima konsentrat pada Agustus 2026 dan mulai memproduksi katoda tembaga pada September 2026. Pemulihan ini bertahap seiring dengan target pemulihan produksi tambang Grasberg pada akhir 2027. Yusuf menyatakan bahwa tiga perempat produksi katoda PTFI masih diekspor karena industri pengolahan domestik belum cukup, namun ada peluang pengembangan industri turunan tembaga seperti batang tembaga, kawat, kabel, dan copper foil untuk ekosistem kendaraan listrik.

Berita terkait