Soal 'Mengistimewakan' ETD Skripsi Jokowi, Dekan Kehutanan UGM Akui Tak Mengira Akan Dipertanyakan Seperti Saat Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Skripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tersedia di sistem Electronic Theses and Dissertations (ETD) UGM sempat menuai kecurigaan publik karena tidak tersedia untuk sebagian rekan seangkatan pada 1980. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, menjelaskan hal ini terjadi karena proses digitalisasi arsip dilakukan secara bertahap sejak 2013, dimulai dari angkatan termuda yang lebih mudah diakses dalam bentuk soft file. Sementara itu, skripsi Jokowi diunggah secara khusus saat beliau menjadi presiden dan berkunjung ke fakultas sebagai bentuk kebanggaan. Sigit menegaskan pengunggahan ini bukan rekayasa data, melainkan keputusan yang tidak memperkirakan akan menimbulkan polemik. Saat ini, digitalisasi hanya mencapai angkatan 1990, sehingga banyak karya ilmiah dari angkatan lebih tua belum tersedia secara digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 22.36
Ade Darmawan: Penelitian Roy Suryo Tak Bisa Jadi Acuan Ijazah Jokowi Diduga Palsu
Berita terkait
Dekan Kehutanan UGM Akui Sengaja 'Mendahulukan' ETD Skripsi Jokowi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 21.57
Ijazah Fisik Masih Rahasia tapi Skripsi Jokowi Sudah Digital, Ini Kata UGM
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.24
Ade Darmawan Pertanyakan Kapasitas Roy Suryo soal Skripsi Jokowi: Bukan Orang Perpustakaan UGM
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 08.07
Janggal Tipe Huruf pada Skripsi Jokowi, Ini Kata Alumni dan UGM
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.30