Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Soal Protes Petasan Maulid di Pondok Pinang, Ahmad Sahroni Dorong Restorative Justice dan Penegakan Aturan Ketat

Aksi protes warga di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam (3/10/2026), dilatarkan akibat pembakaran petasan tanpa izin saat acara peringatan Maulid Nabi. Ledakan berulang hingga pukul 01.00 WIB berikutnya membuat warga, termasuk Amanda Andono (50), tidak tertib. Akhirnya, sejumlah warga memilih melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Dalam responsnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak agar kasus ini diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice). Namun, ia juga menekankan pentingnya penerapan aturan yang jelas dan sosialisasi yang luas untuk mencegah serupa terjadi di masa mendatang.

Ahmad Sahroni menilai insiden ini sebagai momentum evaluasi bagi penyelenggaraan acara kemasyarakatan di wilayah pemukiman. Ia menyatakan bahwa setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebisingan atau keramaian wajib memiliki perizinan resmi dan melibatkan koordinasi dengan warga sejak awal. Menurutnya, komunikasi terbuka dan kejelasan perizinan adalah kunci agar kegiatan keagamaan maupun tradisional tetap harmonis tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa semua pihak perlu saling mengetahui dan menghormati aturan yang berlaku agar konflik tidak muncul.

Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan damai, tetapi juga siap memberikan sanksi sesuai aturan yang telah disepakati. Dengan demikian, diharapkan kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi dapat tetap diadakan dengan khidmat dan tidak menimbulkan gangguan pada warga sekitar.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait