Soal rekening massal, Airlangga sebut 74 juta orang belum punya akun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berencana mendorong pembukaan rekening bank massal bagi sekitar 74 juta penduduk berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki akun. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa inisiatif ini akan dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto, dengan potensi kebutuhan dana sekitar Rp3,8 triliun jika pemerintah memberikan stimulus Rp50 ribu per akun melalui bank seperti BRI dan BSI.
Untuk mendukung program ini, Mendagri Tito Karnavian menekankan penguatan infrastruktur TI melalui identitas digital dan teknologi face recognition dari Dukcapil. Sistem ini bertujuan mempermudah proses Know Your Customer (KYC) perbankan tanpa fotokopi KTP, sekaligus meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial. Saat ini, validasi data terintegrasi telah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke sekitar 200 kabupaten/kota hingga akhir tahun.
Bagikan
Berita terkait
F-PKB MPR Dukung Rekening Massal WNI, Ingatkan soal Akses Penghasilan
Detik.com · 16 September 2026 pukul 17.39
Rekening Massal Pemerintah: Inklusi Keuangan atau Infrastruktur Baru Penyaluran Subsidi?
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 12.10
Legislator dorong penguatan DTSEN untuk bansos tepat sasaran
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 22.47
Menimbang Keuntungan dan Risiko Kebijakan Rekening Massal Berbasis NIK
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 22.52