Sobary: Jokowi Sudah ‘Bunuh’ Banyak Wartawan dan Aktivis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Budayawan Mohamad Sobary mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penggunaan pepatah Jawa "Lamun siro sekti, ojo mateni" yang artinya seseorang yang berkuasa tidak harus menjatuhkan orang lain. Sobary menyampaikan kritiknya melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV setelah Jokowi menyampaikan petuah tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-8 KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, pada 29 Agustus 2026.
Menurut Sobary, Jokowi telah melakukan "pembunuhan" terhadap banyak orang secara non-fisik dengan menyeluduti dan mengirim wartawan serta aktivis ke penjara. Ia secara khusus menyoroti kasus Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dan Roy Suryo yang sedang dituntut karena tuduhan ijazah palsu terkait Jokowi. Sobary menuduh Jokowi tidak konsisten dengan pesan moral yang disampaikannya.
Sobary menilai bahwa kebijaksanaan dan moralitas tradisional Jawa kehilangan maknanya ketika disampaikan oleh seseorang yang, menurutnya, justru bertindak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Ia menegaskan bahwa pepatah yang menggambarkan kekuatan sebaiknya tidak digunakan untuk menyakiti atau menghambat orang lain.
Bagikan
Berita terkait
'Kiai Al-Falah Naif atau Termul?': Sobary Pertanyakan Motif Undang Jokowi ke Ponpes
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 12.00
Sobary Sebut Pesantren Al-Falah Kebumen ‘Berdosa’ Beri Panggung ke Jokowi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.40
Sebut Kasus Dokter Tifa dan Roy Suryo, Budayawan ke Jokowi: Itu Juga 'Mateni' Namanya
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.00
Prabowo Baca 50 Buku Sehari, tapi Pidatonya Dinilai Kalah dari Jokowi yang Cuma Suka Komik
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.15