Susul Istiqlal, Farhan Ingin Boyong Dua Masjid Agung Masuk Pasar Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berencana membawa dua masjid agung di Bandung masuk ke ekosistem pasar modal. Dua masjid tersebut adalah Masjid Agung Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwah. Rencana ini dilakukan melalui pengelolaan wakaf produktif, di mana wakaf akan dikelola oleh Nazhir masjid bekerja sama dengan manajer investasi untuk berinvestasi di pasar modal guna menghasilkan keuntungan ekonomi.
Farhan memperkirakan potensi wakaf produktif dari salah satu masjid mencapai Rp 50 miliar. Saat ini, operasional Masjid Agung Bandung sudah bersifat wakaf 100 persen. Farhan masih mempelajari lebih lanjut dan berencana membuat rencana aksi dalam waktu sebulan sebelum membawanya ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, rencana serupa juga tengah dikaji untuk pengelolaan dana amal Masjid Istiqlal di Jakarta.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi filantropi berbasis syariah melalui mekanisme pasar modal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.17
OJK Sebut Demutualisasi Bakal Buka Akses Sumber Permodalan BEI
Berita terkait
Bos BEI Beber Skema Dana Filantropi Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.34
OJK Buka Suara soal Dana Amal Istiqlal Masuk Pasar Modal
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.35
ETF Emas Perdana Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Bullion Bank Tunggal Penopang Pasar
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 20.04
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.03