Prabowo Minta Dukungan Ekspor Satu Pintu, Anggota DPR Standing Ovation
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan skema ekspor komoditas Indonesia menjadi satu pintu melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK. Langkah ini bertujuan agar Indonesia dapat menentukan harga ekspor mineral dan komoditas strategis sendiri, seperti nikel, timah, batu bara, emas, kelapa sawit, kopi, dan karet, sehingga tidak lagi bergantung pada bursa komoditas luar negeri.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai pemilik sumber daya harus memiliki kendali atas harga pasar, namun tetap mempertimbangkan mekanisme pasar yang wajar. Ia meminta dukungan DPR RI agar regulasi ini segera disahkan sehingga bursa komoditas nasional dapat beroperasi mulai 1 Januari 2027. Presiden menyatakan lebih baik komoditas tetap berada di dalam negeri jika pembeli luar negeri tidak menyetujui harga yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 17.04
Prabowo Siapkan Harga Referensi Indonesia untuk Komoditas Ekspor
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 15.07
Saat Bahas Bursa Mineral dan Komoditas, Prabowo: 'Emak-emak' yang Kuasai Ekonomi Kita
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.28
Prabowo Pamer Rating Positif Barat atas Kinerja DSI Berantas Penipuan Ekspor
Berita terkait
Prabowo Bentuk Bursa Mineral dan Komoditas, Beroperasi 1 Januari 2027
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.20
Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI: Awasi 6.500 Transaksi Ekspor Komoditas, Devisa Tambah Rp89 T
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 15.30
Tak Hanya 3 Komoditas Utama, Prabowo Akan Perluas Pengawasan PT DSI ke Seluruh Produk Ekspor
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
PT DSI Temukan Potensi Tambahan Devisa Ekspor Rp89 Triliun dari Sawit hingga Batu Bara
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.13