Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tanpa PSI, Gibran Bahkan Dinilai Kesulitan jadi Wapres Lagi di 2029

Masa depan politik Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 dinilai menjadi salah satu alasan Joko Widodo (Jokowi) memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua Program Doktoral Ilmu Politik UIII, Djayadi Hanan, menyebut peluang Gibran kembali menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto belum tentu terbuka. Konfigurasi politik pada 2029 diperkirakan berbeda dari Pilpres 2024 karena partai-partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dapat memiliki kepentingan masing-masing. Karena itu, Jokowi dinilai membutuhkan kendaraan politik yang lebih mandiri.

Penguatan PSI terlihat dari elektabilitasnya yang disebut mencapai sekitar 3 hingga 4,1 persen pada Juli 2026 berdasarkan data SMRC dan Indikator. Angka tersebut dinilai menunjukkan peluang PSI melewati ambang batas parlemen, terutama ketika kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menurun. Djayadi menyebut kenaikan PSI sebagai anomali yang berkaitan dengan meningkatnya asosiasi Jokowi terhadap partai itu. Eksperimen survei juga disebut menunjukkan bahwa pengaruh Jokowi dapat meningkatkan suara PSI hingga 10 persen. Jika berhasil masuk DPR, PSI akan menjadi kendaraan politik parlemen bagi Jokowi, yang sebelumnya belum memiliki partai dengan kekuatan legislatif seperti Demokrat atau PDI Perjuangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait