Tarif Impor ke Pembeli Minyak Rusia Ancam Hubungan Dagang AS-India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah India memperingatkan Amerika Serikat bahwa ancaman tarif impor hingga 100 persen bagi pembeli minyak Rusia dapat merusak hubungan dagang kedua negara. Peringatan ini disampaikan setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan RUU sanksi luas yang memberi wewenang kepada Presiden untuk menjatuhkan tarif tinggi terhadap negara-negara yang membeli minyak dan gas Rusia, termasuk India dan Tiongkok. India menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan energi rakyatnya. Kementerian Luar Negeri India menyatakan telah berulang kali mengangkat isu ini dengan pihak AS dan menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentungan perdagangan dan ekonomi India. India juga akan bekerja sama dengan sektor industri dan perdagangan untuk menghadapi dampak aturan baru ini. Sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, India menjadi salah satu pembeli utama minyak mentah Rusia sejak sanksi Barat terhadap Moskow pada 2022. New Delhi konsisten menolak tekanan internasional untuk menghentikan impor energi dari Rusia, berargumen bahwa kebutuhan energi yang aman, terjangkau, dan andal dari berbagai sumber penting bagi perekonomiannya.
Bagikan
Berita terkait
Impor Minyak Rusia, Bahlil: Kita Tidak Boleh Diintervensi Siapa Pun!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.40
Bahlil Ungkap Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Sudah Jalan
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 20.30
6 Negara Jadi Sasaran Tembak Trump Demi Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.00
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor Minyak dan LPG dalam 3 Tahun
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 23.32