6 Negara Jadi Sasaran Tembak Trump Demi Hancurkan Iran, Ada RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) meluncurkan kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran yang disebut sebagai "economic D-Dday", bertujuan mengisolasi Teheran dari sistem perekonomian global. Kebijakan ini dilengkapi dengan ancaman sanksi bagi negara atau pihak yang masih membantu Iran dalam transaksi bisnis, termasuk mengancam jalur perdagangan yang selama enam bulan mendukung perekonomian Iran. Jika diterapkan, sejumlah negara dengan hubungan erat dengan Iran berpotensi terdampak sanksi.
China menjadi sasaran utama AS karena sebagai pembeli terbesar minyak Iran, menyerap sekitar 90% ekspor minyak Iran. Pada 2025, perdagangan bilateral China-Iran mencapai US$9,96 miliar, belum termasuk ekspor minyak mentah tak tercatat sebesar US$31,2 miliar. Meski AS menjatuhkan sanksi pada kilang-kilang China, bank sentral China relatif belum terkena sanksi dan secara terbuka menolak kebijakan AS.
Uni Emirat Arab (UEA) juga menjadi mitra dagang penting Iran dengan nilai perdagangan mencapai US$28 miliar pada 2024. Namun, hubungan ini terganggu setelah UEA menangguhkan transaksi dengan Iran menyusul serangan rudal. Turki, Irak, India, dan Mesir juga terdampak tekanan AS, dengan masing-masing memiliki peran berbeda dalam perdagangan energi dan keuangan dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 01.12
AS Pertimbangkan Tarif Tambahan 7,5 Persen, China Tolak dan Siap Ambil Langkah Balasan
Berita terkait
AS Perluas Sanksi Ekonomi untuk Iran, Teheran Ancam Balas Dendam
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 09.40
Trump Cekik Iran dengan "Terorisme Negara"-Mojtaba Khamenei Buka Suara
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.22
Iran Puji China karena Berani Melawan Ancaman Sanksi AS
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.42
AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.52