Tekan Defisit, Filipina akan Naikkan Pajak Vape hingga Soft Drink
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2719883/original/040402500_1549239463-filipin.jpg)
Pemerintah Filipina berencana menaikkan pajak pada produk yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, seperti minuman ringan, rokok elektrik (e-cigarette), minuman beralkohol, dan minuman bergula. Langkah ini dilakukan untuk menutupi defisit negara yang ditimbulkan oleh kebijakan pro-konsumen Presiden Ferdinand Marcos Jr., termasuk kenaikan batas penghasilan yang tidak dikenai pajak. Menurut Wakil Menteri Keuangan Karlo Adriano, kenaikan pajak ini diproyeksikan menambah penerimaan negara rata-rata sebesar 48 miliar peso (sekitar US$ 785 juta) per tahun selama empat tahun kehadepan.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kenaikan tarif pajak barang mewah dari 20% menjadi 25%, pengenaan pajak atas jet pribadi, pajak produk plastik, dan kenaikan cukai kendaraan bermotor. Namun, kebijakan-kebijakan pro-konsumen yang sedang diusulkan diperkirakan akan menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 81,7 miliar peso per tahun. Untuk mengimbangi, pajak atas minuman manis, minuman beralkohol, minuman ringan, dan barang mewah diproyeksikan dapat menambah pendapatan hingga 130 miliar peso per tahun.
Para pengamat telah memperingatkan bahwa tanpa langkah peningkatan penerimaan negara, kebijakan-kebijakan ini dapat membahayakan kesehatan keuangan negara. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara memberikan keringanan kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga akibat gangguan pasokan energi global, dan memastikan keberlanjutan keuangan negara.
Bagikan
Berita terkait
Insentif Bebas Pajak IKN Sepi Peminat, Pengajuan Nol Sepanjang 2025
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.05
Berapa Kadar Kolesterol Normal? Ini Angka yang Perlu Diwaspadai Seiring Usia
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 20.30
Pemerintah RI Tebar Insentif Pajak pada 2027, Nilainya Tembus Rp632 T
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.23
Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Pasien Terdampak Gempa di Manggarai
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.25