Telan Rp7,2 T, PSEL Legok Nangka Siap Olah 2.000 Ton Sampah per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mulai membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Jawa Barat dengan nilai investasi US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah 2.000 ton sampah per hari sekaligus menghasilkan energi listrik dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW.
Proyek ini bertujuan mengatasi masalah sampah perkotaan dan mendukung transisi energi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi baru terbarukan. Selain itu, PSEL Legok Nangka diproyeksi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 311 ribu ton CO₂ ekuivalen serta menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja selama masa konstruksi.
Masa konstruksi proyek diperkirakan berlangsung lebih dari 41 bulan dengan target operasi komersial pada akhir 2029, namun pemerintah berharap percepatan agar beroperasi lebih awal. PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.43
Bambang Patijaya DPR Apresiasi Komitmen Presiden & Kementerian ESDM Kembangkan Waste-to-Energy Lewat PSEL Legok Nangka
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.00
Proyek Olah Sampah Jadi Listrik Resmi Dibangun di Legok Nangka Jabar
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 18.33
Presiden Prabowo targetkan persoalan sampah selesai akhir 2027
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 16.56
Prabowo Minta Bos BUMN Kerahkan Karyawan Bersih-bersih Lingkungan
Berita terkait
Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Perusahaan Amerika Serikat Ini Akan Tuntaskan Masalah Sampah di Solo Raya
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.24
Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 22.10
Ketika Sungai mengajarkan Arti Kemerdekaan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00