Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tidak menutup pintu untuk peluang konsolidasi bisnis menara, termasuk kemungkinan merger antara anak usaha Mitratel dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa proses konsolidasi di industri tower merupakan fase alami untuk menyehatkan industri yang membutuhkan investasi besar dan kapital intensif tinggi. Menurutnya, konsolidasi dapat mendorong efisiensi yang lebih tinggi dan mempercepat pemerataan akses digital. Namun, Telkom menekankan bahwa aksi korporasi tersebut harus tetap fokus pada penguatan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang.
Direktur Keuangan Telkomsel, Daru Mulyaman, menyatakan manajemen memiliki kajian positif terhadap konsolidasi tersebut. Ia menambahkan bahwa dengan porsi pasar yang dimiliki oleh operator seluler, konsolidasi dapat mendorong kompetisi yang lebih sehat dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Selain itu, inisiatif simplifikasi produk di starter pack dan renewal diharapkan membawa industri ke arah yang lebih stabil.
Sebelumnya, kabar serupa tentang merger Mitratel dan TBIG pernah muncul pada 2015, namun transaksi tidak terjadi setelah tidak mendapatkan persetujuan lebih lanjut. Mitratel juga telah meminta penasihat untuk mengajukan rencana kemungkinan merger tersebut, namun Telkom belum memberikan konfirmasi lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Respons Rencana Merger Mitratel dengan Tower Bersama
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.52
Merger Mitratel dan TBIG, Danantara Buka Kemungkinan Kolaborasi BUMN-Swasta
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 17.29
Ada Isu Mitratel Merger dengan Tower Bersama, Danantara Bilang Begini
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.17
Merger Mitratel dan TBIG Kembali Mencuat, Bakal Lahirkan Raksasa Menara Rp93 Triliun
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 21.05