Terapkan Mandatori B50, Prabowo Klaim Selamatkan Devisa Negara Hingga Rp 170 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penerapan mandatori B50 (biodiesel 50%) sejak 1 Juli 2026 berhasil menghemat devisa negara sebesar Rp 170 triliun (setara USD 9,5 miliar) dengan tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. B50 merupakan campuran 50% bahan bakar nabati (BBN) dan 50% solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan janji swasembada energi, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertam yang menerapkan mandatori B50. Dengan produksi diesel B50 dari kelapa sawit, Indonesia berhasil mencapai swasembada solar pertama kalinya. Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bukti kemampuan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat serta tonggak penting dalam mencapai kemandirian energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Menko Pangan Ungkap 17 Provinsi Bakal Tanam Bawang Putih Serentak
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 18.34
Prabowo Pamer Keberhasilan B50, Pakar: Devisa Kita Tidak Terkuras Impor BBM Lagi
Berita terkait
Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 09.30
B50 Sukses, Prabowo Ingin Buat Bensin dari Batu Bara
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 17.41
Prabowo: RI Harus Swasembada Pangan-Energi, Tidak Boleh Bergantung Bangsa Lain
Detik.com · 19 September 2026 pukul 15.31
Suahasil hingga Bahlil Dipanggil Prabowo ke Istana
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 18.00