Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Universitas Negeri Manado, Robert Winerungan, menilai bahwa program B50 dapat menghemat cadangan devisa negara dengan mengurangi impor solar. Ia menyatakan bahwa sebagian besar cadangan devisa digunakan untuk impor BBM dan pembayaran utang, dan dengan B50, impor solar tidak diperlukan lagi, sehingga dapat menghemat sekitar Rp 170 triliun.
Penghematan devisa ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat teknologi Indonesia. Penguasaan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi, sehingga produk nasional menjadi lebih kompetitif dibandingkan produk negara lain. Selain itu, peningkatan pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel dapat menciptakan kepastian permintaan dan menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
Robert juga mengapresiasi kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang berhasil mengeksekusi perintah presiden terkait swasembada energi dengan cepat. Kajian pakar ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, juga menunjukkan manfaat B50 bagi ketahanan energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Terapkan Mandatori B50, Prabowo Klaim Selamatkan Devisa Negara Hingga Rp 170 Triliun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 09.30
Rp 170 Triliun Tak Lagi Dipakai Impor Solar, B50 Dianggap Berhasil Menghemat Devisa Negara
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 18.34
Prabowo Pamer Keberhasilan B50, Pakar: Devisa Kita Tidak Terkuras Impor BBM Lagi
Berita terkait
Tak Lagi Impor Solar, Devisa RI Meningkat Rp 170 Triliun Tahun Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.40
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
Prabowo: Sawit Punya 57 Produk Turunan, dari Obat hingga BBM
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 12.50
ASPEBINDO Dorong Penguatan Ekosistem Bioenergi untuk Ketahanan Energi Nasional
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 14.06