Terlihat Mesra, Jokowi dan Prabowo Punya Kartu Politik untuk Bertarung di 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Meski tampak kompak di ruang publik, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto tengah menyimpan strategi masing-masing untuk Pemilu 2029. Pengamat politik Selamat Ginting menyatakan bahwa kedua tokoh tersebut memiliki 'kartu politik' yang belum dibuka karena perjalanan menuju 2029 masih panjang dan konstelasi politik mudah berubah. Jokowi dikabarkan menggunakan pernyataannya untuk menyampaikan pesan agar pemerintahan tidak menjatuhkan pihak tertentu, sekaligus memastikan posisi keluarganya, terutama Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Wakil Presiden, tetap aman.
Isu pemakzulan Gibran dan riwayat pendidikannya semakin mencuat, menjadi sorotan publik. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Jokowi, terutama karena Prabowo belum memberikan respons terbuka terkait dukungannya. Sementara itu, pesan Jokowi yang mengarah pada pentingnya Prabowo menjaga posisi Gibran sebagai Wakil Presiden dianggap sebagai salah satu 'kartu politik' yang mulai terlihat.
Pakar hukum tata negara Denny Indrayana sempat menggelar sayembara untuk menunjukkan ijazah Gibran, dengan hadiah hingga miliaran rupiah. Dengan dinamika ini, Selamat menilai baik Jokowi maupun Prabowo memiliki kepentingan dan perhitungan politik masing-masing, meski saat ini terlihat kompak di publik.
Bagikan
Berita terkait
Harmonis di Publik, Prabowo–Jokowi Sebenarnya Punya Agenda Berbeda
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 02.30
Pengamat: Jokowi Titip Pesan ke Prabowo, Nasib Gibran Dipertaruhkan
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 07.40
Golkar Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Pasti Berdampak ke Hubungan Jokowi dan Prabowo
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.59
Amien Rais Sebut Musuh Prabowo adalah Jokowi, 3 Pejabat Ini Tak Boleh Dipertahankan
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 10.10