Tiga Indikator Menguat, Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Cerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314709/original/077774000_1785763686-publikasi_1785761243_6a708ddb84b23.jpeg)
Pemerintah menilai kondisi perekonomian Indonesia tetap positif setelah tiga indikator utama menunjukkan perbaikan pada Juli 2026. Pertama, inflasi tahunan turun dari 3,34% pada Juni ke 2,88% pada Juli, masih dalam sasaran 2,5°±1%. Penurunan didorong harga komoditas pangan seperti bawang merah, tomat, telur, dan cabai. Kedua, PMI Manufaktur kembali masuk zona ekspansi ke level 50,2 dari 46,9, didukung pesanan baru dan produksi yang pulih. Ketiga, neraca perdagangan membukukan surplus kumulatif US$ 3,58 miliar pada Januari-Juni 2026, dengan defisit perdagangan bulanan Juni menyempit menjadi US$ 450 juta dari US$ 1,61 miliar pada Mei.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 06.55
Airlangga Beberkan 3 Sinyal Ekonomi RI Makin Solid
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.25
Hore! Pemerintah Tebar Paket Insentif Ekonomi di Semester II-2026
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 19.50
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Manufaktur dan Investasi Makin Bergairah
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.50
BPS Catat Kemiskinan Turun ke 22,93 Juta, Pengangguran Ikut Susut
Berita terkait
Tertekan Harga Bahan Pokok, Angka Kemiskinan Argentina Melonjak Tajam
kumparan · 27 September 2026 pukul 20.00
Apindo Soroti Merosotnya Kontribusi Manufaktur ke PDB RI
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 10.10
Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%, DPR Kumpulkan Kemenkeu-BI-OJK-Danantara
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.58
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.700
Detik.com · 18 September 2026 pukul 09.21