Tips Aman Pakai QRIS agar Terhindar dari Penipuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar pembayaran digital yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) dan banyak digunakan karena transaksi lewat smartphone menjadi lebih praktis. Meski demikian, pengguna tetap perlu waspada karena ruang digital tidak menjamin bebas dari penipuan. Beberapa modus yang sering terjadi antara lain penggantian stiker QRIS merchant dengan kode QR palsu dan phishing berupa tautan atau gambar QR yang dikirim pihak tidak dikenal untuk mencuri data pribadi.
Agar aman, pastikan kode QR yang dipindai adalah QRIS resmi milik merchant. Hindari memindai QR dari sumber tidak jelas atau yang dikirim melalui pesan. Periksa kondisi fisik stiker QR, pastikan tidak ada stiker lain yang ditempel di atasnya. Gunakan aplikasi pembayaran resmi seperti dompet digital atau mobile banking, bukan kamera biasa. Setelah dipindai, periksa nama merchant yang muncul di aplikasi; jika berbeda dengan nama toko tempat bertransaksi, batalkan transaksi dan tanyakan kepada penjual.
Pengguna juga tidak boleh memberikan PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun karena QRIS hanya digunakan sebagai metode pembayaran. Dengan pemeriksaan sederhana ini, risiko salah transfer atau menjadi korban penipuan dapat diminimalkan. Pembayaran QRIS, misalnya melalui aplikasi DANA, dapat dilakukan dengan membuka fitur Pay atau Scan, mengarahkan kamera ke kode QRIS merchant, lalu mengonfirmasi pembayaran.
Bagikan
Berita terkait
Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.19
Kabar Baik! BI Bikin Transaksi QRIS Gratis untuk Semua Merchant
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.15
FEKDI x IFSE 2026 Dorong Konektivitas Ekosistem Digital
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.18
BI fokus jaga kepercayaan seiring pesatnya pembayaran digital
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 15.05