Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Berencana Memperpanjang Perang, Bikin Trump Gelisah Jelang Pemilu Sela AS

Laporan intelijen AS yang dikutip The New York Times menunjukkan Iran berencana memperpanjang konflik militer di Timur Tengah selama berbulan-bulan untuk menambah tekanan politik terhadap Presiden AS Donald Trump menjelang pemilu sela AS. Meski permusuhan terbaru masih terbatas, keberanian Iran dalam menyerang berbagai target, termasuk kapal dan pangkalan militer AS, semakin meningkat. Iran juga mengandalkan kemampuan militer dan sibernya untuk merusak dukungan publik AS terhadap perang.

Sejak konflik dimulai, Iran telah memperoleh pengalaman yang lebih baik dalam operasi militernya dan semakin yakin akan kemampuan yang dimilikinya. Kesepakatan untuk menghentikan perang diperkirakan sulit dicapai karena Iran tidak tertarik mengakhiri konflik yang dapat membebani politik internal Trump. Sanksi AS diperkirakan akan terus memicu eskalasi, sementara Iran dapat meningkatkan serangan di Selat Hormuz dan wilayah tetangganya.

Di sisi lain, kelompok peretas Iran juga kembali aktif dan menjadi ancaman langsung bagi keamanan siber AS. Mereka dilaporkan menyerang infrastruktur dan mengutip pejabat AS untuk mengikis dukungan publik terhadap perang. Wakil Presiden AS JD Vance mengakui adanya ancaman ini namun mengecilkan dampaknya terhadap warga negara AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait