Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Pakai Minyak Venezuela Isi Cadangan Strategis AS yang Menipis

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa cadangan minyak strategis AS yang terkuras akan diisi kembali menggunakan minyak dari Venezuela. Pengisian ini didasarkan pada kesepakatan baru antara kedua negara, dengan Trump menyebutkan bahwa proses pengisian akan segera dimulai. Trump menyebutkan minyak Venezuela sebagai "hadiah" bagi rakyat AS. Data per 21 Agustus menunjukkan cadangan minyak strategis AS berada di sekitar 290 juta barel, hampir mencapai level terendah dalam 44 tahun terakhir. Pelepasan stok ini sebelumnya dilakukan untuk merespons gangguan pasokan global dan kenaikan harga bahan bakar.

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan kesepakatan minyak dengan AS akan berlaku selama 25 tahun. Venezuela berencana meningkatkan produksi minyak harian hingga lebih dari 1,5 juta barel. Rodriguez menyebut kesepakatan ini sebagai perjanjian "bersejarah" yang diharapkan mendukung pemulihan ekonomi Venezuela. Pemerintah Venezuela juga berencana memperluas kerja sama dengan perusahaan energi besar seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP.

Dengan asumsi harga minyak US$65 per barel, Venezuela diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan hingga US$209,335 miliar dari proyek ini. Setiap barel yang diproduksi dan dijual akan memberikan kontribusi sebesar US$19 ke kas negara. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah penting bagi Venezuela untuk pulih dari krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait