Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sikap Venezuela Usai Trump Kuasai Sebagian Cadangan Minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan AS telah menyepakati kesepakatan dengan Venezuela untuk mengamankan kendali mayoritas atas 65 miliar barel cadangan minyak terbukti di Venezuela, yang merupakan cadangan terbesar di dunia. Trump menyebut kesepakatan ini sebagai 'terbesar dalam sejarah' dan mengklaim langkah ini akan melipatgandakan cadangan minyak AS serta membantu menurunkan harga bahan bakar. Kesepakatan ini dilakukan setelah AS menggulingkan dan menangkap presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari 2026, lalu mengangkat Wakil Presidennya Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara yang mendukung kebijakan AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kesepakatan ini akan menghasilkan investasi swasta senilai hampir US$ 100 miliar untuk Venezuela dan menciptakan ribuan lapangan kerja. Rodriguez, sebagai Presiden Sementara Venezuela, menegaskan negara tetap mempertahankan kedaulatannya. Kesepakatan berlaku selama 25 tahun dengan target produksi awal 1,5 juta barel per hari dari 17 ladang minyak strategis, serta pengembangan delapan blok minyak baru.

Menurut Rodriguez, setiap barel minyak yang dijual ke AS akan memberikan $19 kepada Caracas, yang berpotensi mencapai $209 miliar per tahun tergantung harga minyak. Proyek ini bertujuan memulihkan industri minyak Venezuela yang terpengaruh sanksi, sambil memanfaatkan modal, teknologi, dan keahlian AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait