Trump Setujui Standar BBM Baru AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui standar efisiensi bahan bakar baru yang mencabut kebijakan lebih ketat dari era Presiden Joe Biden. Standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE) yang baru ini menggantikan ketentuan yang sebelumnya mewajibkan produsen meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga sekitar 50 mil per galon pada 2031, yang dirancang untuk mendorong produksi kendaraan listrik. Trump menyatakan bahwa perubahan ini akan mengurangi biaya produksi mobil sehingga harga kendaraan menjadi lebih terjangkau bagi konsumen, serta membantu produsen otomotif seperti General Motors, Ford, dan Stellantis untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri.
Menurut Menteri Transportasi AS Sean Duffy, standar baru yang belum diumumkan secara rinci diharapkan jauh lebih longgar dibandingkan kebijakan Biden. Kebijakan ini memenuhi janji kampanye Trump untuk mencabut insentif bagi kendaraan listrik. Dengan standar yang lebih longgar, produsen otomotif diperkirakan dapat lebih mudah memproduksi truk pikap dan SUV yang lebih menguntungkan secara finansial, meskipun memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan mobil kecil. Beberapa perusahaan seperti General Motors menyatakan tetap akan memproduksi kendaraan listrik meskipun insentif pemerintah berkurang.
Standar CAFE pertama kali ditetapkan pada 1975 dan selama ini diperbarui secara berkala untuk meningkatkan efisiensi kendaraan. Perubahan kebijakan ini menandai langkah signifikan dalam arah yang berbeda dari pendekatan lingkungan yang diadopsi pada era sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Lebih Lunak ke Xi Jinping, Trump Izinkan Produsen China Bangun Pabrik Mobil di AS
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.20
Ditolak Trump, Iran Masih Tunggu Jawaban AS Soal Hormuz
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 21.30
Motor dan Mobil Listrik Dilarang Naik Kapal Laut, Ini Alasannya!
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 20.45
Tolak Tawaran Trump, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.00