Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tunjangan Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia di Korea Selatan Pilih Bekerja

Banyak lansia di Korea Selatan tetap bekerja setelah usia pensiun karena tekanan keuangan. Data Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menunjukkan jumlah orang berusia 55-79 tahun yang bekerja mencapai 10,13 juta pada Mei, pertama kalinya melampaui 10 juta sejak survei dimulai 2005. Angka ini meningkat 345.000 dibanding tahun lalu dan naik sekitar 50% dari 6,72 juta pada 2016. Total populasi kelompok usia itu mencapai 17,02 juta, naik 570.000. Survei juga menemukan tujuh dari 10 lansia berharap tetap bekerja, dengan rata-rata usia pensiun ideal 73,6 tahun. Alasan utama bekerja adalah memenuhi kebutuhan hidup (53,4%), diikuti senang bekerja (36,7%), tetap aktif (4,3%), dan berkontribusi ke masyarakat (3,2%).

Profesor kesejahteraan sosial di Soongsil University, Hur Jun-soo, menyebut banyak lansia bekerja bukan karena ingin, tetapi karena harus. Rata-rata warga Korea Selatan pensiun dari karier utama pada usia 52,9 tahun pada 2025, sedangkan tunjangan pensiun baru diterima pada usia 61-65 tahun. Pensiun bulanan hanya 880.000 won, sekitar Rp11,1 juta, di bawah biaya hidup rumah tangga satu orang yang mencapai 1,54 juta won, sekitar Rp19,4 juta. Pemerintah berencana menaikkan batas usia pensiun dari 60 menjadi 65 tahun. Rencana ini kontroversial: serikat buruh mendukung, tetapi pengusaha menilai biaya tenaga kerja naik dan peluang kerja muda berkurang. Menteri Kim Young-hoon menargetkan undang-undang diajukan pada semester kedua.

Berita terkait