Tuntut Penanganan Bencana NTT, Mahasiswa Geruduk HI, DPR: Status Tak Penting!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa 18 Agustus 2026. Aksi ini dilakukan sehari setelah perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Para mahasiswa menuntut agar bencana yang terjadi di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) segera ditetapkan sebagai bencana nasional.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai aksi mahasiswa tersebut bukan hal yang luar biasa. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi. Saan Mustopa menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status darurat bencana. Menurutnya, yang paling penting adalah penanganan di lapangan, bukan sekadar status bencana nasional. Pemerintah pusat telah bergerak cepat dengan mendirikan rumah sakit lapangan, menyalurkan bantuan, memulihkan akses jalan dan listrik, serta mengembalikan jaringan komunikasi ke kondisi normal.
DPR RI akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau penanganan bencana. Selain itu, DPR juga akan menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemerintah kabupaten yang terdampak di NTT. Saan Mustopa menegaskan bahwa rapat koordinasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bagikan
Berita terkait
Mahasiswa Demo di Bundaran HI, DPR: Biasa Saja, yang Penting Tertib
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 19.02
Seskab Teddy: 65 Ton Logistik Tambahan Diterbangkan untuk Korban Gempa NTT
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 09.02
Seskab: Hari Ini 65 Ton Logistik Dikirim ke Warga Terdampak Gempa NTT
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.57
Prabowo Belum Turun ke Flores, Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 05.33