Uang Primer Juli 2026 Tembus Rp 2.254,5 Triliun, Ini Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
Bank Indonesia mencatat Uang Primer (M0) Adjusted di Indonesia tumbuh 17,1% secara tahunan pada Juli 2026, melonjak dari 13,8% pada Juni 2026. Dengan pertumbuhan ini, total nilai Uang Primer Adjusted mencapai Rp 2.254,5 triliun. Lonjakan ini didorong terutama oleh pertumbuhan Giro Bank Umum di Bank Indonesia (adjusted) sebesar 17,1% (yoy) dan kenaikan Uang Kartal yang Diedarkan di masyarakat sebesar 15,1% (yoy). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Uang Primer Adjusted menjadi indikator penting yang mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi uang primer dan efektivitas kebijakan likuiditas bank sentral. Metodologi penyesuaian ini telah diterapkan sejak Januari 2025 untuk memberikan data yang lebih jernih dan tepat.
Bagikan
Berita terkait
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.48
Uang Primer Tumbuh Subur, BI Komitmen Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
BI Borong Surat Utang Pemerintah Hampir Rp300 T, Buat Apa?
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.25
Purbaya Pergi, Problem Fiskalnya Tinggal
kumparan · 15 September 2026 pukul 20.30