Purbaya Pergi, Problem Fiskalnya Tinggal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan Kementerian Keuangan setelah setahun mengelola APBN. Ia dikenal berani mengambil kebijakan fiskal agresif, termasuk menempatkan Rp200 triliun ke lima bank pemerintah untuk memperbesar likuiditas perbankan. Namun, keberaniannya tidak selalu tepat desain. Pengelolaan kas negara tidak hanya fiskal, tapi masuk wilayah moneter. Purbaya mengakui pernah mendapat 'kode' dari BI dan berbeda pendapat dengan otoritas lain dalam menilai likuiditas. Defisit APBN 2026 diproyeksikan melebar 2,85% PDB, mendekati batas legal 3%. Tagihan terbesar adalah memulihkan batas antara fiskal dan moneter yang sempat terlalu cair.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.16
Risiko Defisit APBN Jadi Tantangan Fiskal Menkeu Baru
Detik.com · 15 September 2026 pukul 18.03
Membaca Keberlanjutan Fiskal dari Sri Mulyani, Purbaya, hingga Suahasil
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.41
Membaca Keberlanjutan Fiskal dari Sri Mulyani, Purbaya Hingga Suahasil
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.24
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.004 T
Berita terkait
BI Serap Rp24 T dari Hasil Lelang SRBI, Imbal Hasil Turun
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.13
Uang Primer Tumbuh Subur, BI Komitmen Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Ketua Komisi XI DPR: Pertumbuhan 6 persen zona baru ekonomi Indonesia
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.44
Uang Primer Juli 2026 Tembus Rp 2.254,5 Triliun, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30