BI Borong Surat Utang Pemerintah Hampir Rp300 T, Buat Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar hampir Rp300 triliun hingga kini, sebagaimana disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea. Pembelian ini dilakukan baik di pasar primer maupun pasar sekunder sebagai bagian dari strategi menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan. Erwin menjelaskan bahwa likuiditas yang tersedia di pasar menjadi kunci utama agar perbankan dapat menjalankan transaksinya dan menyalurkan pembiayaan kepada perekonomian secara lancar. Dengan melakukan pembelian SBN, BI tidak hanya memasok likuiditas, tetapi juga membantu menjaga agar pasar surat berharga tetap berfungsi dengan baik.
Menurut Erwin, likuiditas diperlakukan seperti 'darah' bagi kegiatan perbankan dan perekonomian secara keseluruhan. BI perlu memastikan likuiditas tersedia dalam jumlah yang memadai agar seluruh kegiatan ekonomi dapat terfasilitasi dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat sesuai dengan proyeksi. Untuk mengelola likuiditas, BI menggunakan berbagai instrumen, termasuk kalibrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), operasi moneter ekspansi melalui repo, transaksi swap, hingga pembelian SBN.
Dengan serangkaian langkah ini, BI berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kelancaran alur kredit serta investasi di perekonomian, sekaligus memastikan kebijakan moneter dapat mencapai tujuannya secara efektif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.37
BI Catat Modal Asing Masuk Rp 1,47 Triliun pada Kuartal III 2026
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.46
BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.52
Kelebihan Kas APBN Tak Sepenuhnya Dipindah, Begini Penjelasan Wamenkeu
Berita terkait
Purbaya Pergi, Problem Fiskalnya Tinggal
kumparan · 15 September 2026 pukul 20.30
BI Serap Rp24 T dari Hasil Lelang SRBI, Imbal Hasil Turun
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.13
Uang Primer Tumbuh Subur, BI Komitmen Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Uang Primer Juli 2026 Tembus Rp 2.254,5 Triliun, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30