Uni Eropa Siapkan 'Mata dari Langit' untuk Bantu Cari Korban Gempa Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uni Eropa menawarkan dukungan teknologi sistem observasi Bumi Copernicus guna membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat malam (14/8). Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesiapannya mengerahkan data satelit tersebut sebagai langkah solidaritas nyata untuk mempercepat pemetaan daerah terdampak bencana.
Bencana gempa bumi ini dilaporkan menelan sedikitnya 20 korban jiwa dan melukai puluhan orang lainnya, sementara petugas terus berupaya mengevakuasi korban tertimbun reruntuhan. Operasi penyelamatan di lapangan menghadapi rintangan berat akibat longsor, kerusakan infrastruktur fisik, serta terputusnya akses komunikasi. Gempa ini juga sempat memicu peringatan tsunami kecil berketinggian di bawah satu meter sebelum akhirnya dicabut oleh pihak berwenang.
Data citra satelit Copernicus akan dimanfaatkan untuk memetakan perubahan kondisi geografis dan menentukan rute evakuasi yang masih dapat dilalui oleh petugas. Kehadiran bantuan teknologi pengamatan udara ini menjadi faktor penting dalam mendukung koordinasi tanggap darurat internasional, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi yang sulit diakses secara langsung melalui jalur darat.
Bagikan
Berita terkait
Menhub Ungkap Hasil Pemeriksaan KMP Putri Yasmin
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 09.20
Gempa NTT, Hasan Nasbi Sebut Prabowo Langsung Kirim Menteri dan Siapkan Pesawat
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 20.15
Polda Metro Kirim 12 Truk Bantuan untuk Korban Terdampak Gempa NTT
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.30
Perjuangan Ibu di NTT Lahirkan Bayi Prematur Saat Gempa
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.12