Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Untung KAI Turun Tajam, Ini Biang Keroknya

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami penurunan laba pada semester I 2026. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp 842,69 miliar dari Rp 1,86 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba tahun berjalan turun menjadi Rp 314,03 miliar dari Rp 1,18 triliun. Penurunan ini dipengaruhi kenaikan rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan, dari Rp 948,20 miliar menjadi Rp 3,00 triliun.

Di sisi lain, pendapatan KAI Group meningkat 6,6% menjadi Rp 17,96 triliun, menunjukkan pertumbuhan bisnis inti. Total aset per 30 Juni 2026 tercatat Rp 104,79 triliun, dengan liabilitas Rp 65,11 triliun dan ekuitas Rp 39,69 triliun. Utang jangka pendek juga turun dari Rp 16,20 triliun menjadi Rp 15,17 triliun.

Kerugian sebagian disumbang oleh usaha patungan, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang mencatat rugi Rp 5,13 triliun terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pihak BPI Danantara menyatakan masih perlu waktu untuk menyelesaikan masalah yang membebani keuangan KAI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait