Untung KAI Turun Tajam, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami penurunan laba pada semester I 2026. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp 842,69 miliar dari Rp 1,86 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba tahun berjalan turun menjadi Rp 314,03 miliar dari Rp 1,18 triliun. Penurunan ini dipengaruhi kenaikan rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan, dari Rp 948,20 miliar menjadi Rp 3,00 triliun.
Di sisi lain, pendapatan KAI Group meningkat 6,6% menjadi Rp 17,96 triliun, menunjukkan pertumbuhan bisnis inti. Total aset per 30 Juni 2026 tercatat Rp 104,79 triliun, dengan liabilitas Rp 65,11 triliun dan ekuitas Rp 39,69 triliun. Utang jangka pendek juga turun dari Rp 16,20 triliun menjadi Rp 15,17 triliun.
Kerugian sebagian disumbang oleh usaha patungan, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang mencatat rugi Rp 5,13 triliun terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pihak BPI Danantara menyatakan masih perlu waktu untuk menyelesaikan masalah yang membebani keuangan KAI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.33
Laba KAI Turun 73 Persen Jadi Rp314 M per Juni 2026
Berita terkait
Bos Danantara Buka Suara soal KAI Tanggung Kerugian Kereta Cepat
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.40
Kemenkeu Ambil Alih Kepemilikan 60 Persen Saham Whoosh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.40
Bereskan Utang, Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Kereta Cepat September
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 06.25
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.55