Usai Perry Mundur dari BI, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.000/US$
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.000/US$ pada perdagangan Senin (27/7/2026) atau terdepresiasi 0,36%, menandai pelemahan selama tiga hari beruntun. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen domestik setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Sabtu (25/7/2026) karena alasan pribadi. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditetapkan sebagai pejabat Gubernur sementara, dengan penekanan bahwa keputusan di BI tetap bersifat kolektif dan kolegial.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman menyatakan pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif yang berpotensi meningkatkan premi risiko di pasar keuangan, terutama terkait ketidakpastian transisi kepemimpinan dan kekhawatiran mengenai independensi BI. Sementara itu, dari sisi eksternal, indeks dolar AS (DXY) justru melemah 0,26% ke 101,203, didorong jeda serangan AS terhadap Iran yang menekan harga minyak dan memperbaiki sentimen global.
Bagikan
Berita terkait
Meneropong Arah Rupiah Pekan Depan di Tengah Sentimen Geopolitik
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 14.05
Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp 18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat
JawaPos · 27 September 2026 pukul 10.45
Top 3: Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 07.00
Alasan BI Cetak Ulang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 06.10