Alasan BI Cetak Ulang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencetak kembali rupiah bertanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai bagian dari kegiatan rutin untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan pencetakan uang dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan uang kartal dalam satu periode, bukan secara mendadak. Seri baru yang terbit adalah uang kertas Tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100 ribu dengan tahun cetak 2026. BI mengkoordinasikan keputusan pencetakan uang bersama pemerintah dengan mempertimbangkan target uang beredar dan kebutuhan penerbitan uang kartal. Pencetakan uang ini dianggap normal dilakukan setiap tahun untuk menjaga ketersediaan uang kartal, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan pembayaran digital. Koordinasi antara BI dan pemerintah biasanya dilakukan menjelang akhir tahun untuk menentukan kebutuhan periode berikutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 21.21
BI Ungkap Alasan Uang Bertanda Tangan Perry-Purbaya Masih Dicetak pada 2026
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 01.23
BI masih cetak rupiah bertanda tangan eks Menkeu-Gubernur BI
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.39
BI Ternyata Masih Cetak Uang Baru Bertanda Tangan Purbaya
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
Berita terkait
BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry-Purbaya
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.22
BI Pastikan Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo Tetap Sah
kumparan · 22 September 2026 pukul 14.23
BI Buka Suara soal Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Kolektor
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.11
BI Buka Suara, Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Tetap Sah Dipakai
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 07.25