Utang Global Meledak Tersengat Lonjakan Imbal Hasil Obligasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
Utang global meningkat US$ 10 triliun pada semester pertama 2026, mencapai US$ 365 triliun atau setara Rp 179.155 triliun. Kenaikan ini meningkatkan risiko biaya bunga bagi pemerintah di berbagai negara. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa guncangan ekonomi global mendorong utang naik cepat dan menyarankan pemerintah menurunkan tingkat utang serta menjadikan konsolidasi fiskal sebagai prioritas. Ia juga menekankan pentingnya bank sentral menjaga stabilitas harga.
Institute of International Finance (IIF) melaporkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah di negara ekonomi besar seperti AS, Jepang, Prancis, dan Inggris mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Empat negara tersebut menghadapi defisit besar dan biaya bunga meningkat. Pada 2025, negara-negara maju membayar lebih dari US$ 3,3 triliun bunga atas obligasi internasional, melebihi belanja global untuk kecerdasan buatan (US$ 2,6 triliun), pertahanan (US$ 3,1 triliun), dan energi bersih (US$ 2,3 triliun).
OECD menilai kenaikan imbal hasil obligasi menunjukkan perlunya pemerintah memperkuat pengelolaan fiskal melalui reformasi. Saran OECD termasuk menekan dan mengalokasikan kembali belanja, meningkatkan efisiensi sektor publik, dan memperkuat penerimaan negara untuk menjaga keberlanjutan utang jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 September 2026 pukul 21.55
Utang Global Makin Bengkak, Naik Rp 179,14 Kuadriliun!
Berita terkait
IMF Desak Negara Pangkas Defisit, Utang Global Tembus 100 Persen PDB
kumparan · 21 September 2026 pukul 15.28
Utang Global Cetak Rekor, IMF Desak Pemerintah Segera Bertindak
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 10.00
IMF Ungkap Utang Pemerintah Dunia Tembus Level Tertinggi Sejak Perang Dunia II
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 15.00
Krisis Energi Belum Usai, IMF Ingatkan Risiko Utang dan Inflasi
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 01.00