Utang Pemerintah Tembus Rp 10.293 Triliun per Juni 2026, Intip Komposisinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
Pemerintah mencatat posisi utang sebesar Rp 10.293,69 triliun per 30 Juni 2026, terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp 1.326,90 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 41,26%. Komposisi utang didominasi oleh SBN dengan porsi 87,11%, sementara pinjaman hanya 12,89%. Dominasi SBN mencerminkan strategi pemerintah yang lebih mengandalkan pasar keuangan domestik dibandingkan pinjaman langsung. Pengelolaan utang dilakukan secara cermat dan terukur untuk menjaga portofolio optimal sekaligus mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. DJPPR menegaskan pengelolaan utang bertujuan menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan APBN dan keberlanjutan fiskal jangka panjang, serta mendukung stabilitas sistem keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.01
Data Baru! Utang Pemerintah Rp10.293 T, 41% dari PDB
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.26
Utang Pemerintah Indonesia Sentuh Rp10.293 Triliun, Masih Aman?
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 06.40
Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Masih Aman? Ini Penjelasan Kemenkeu
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 13.47
Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Mayoritas dari SBN, Apa Risikonya bagi APBN?
Berita terkait
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 T hingga Agustus 2026
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.23
Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.35
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp394 Triliun hingga Agustus 2026
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 19.23
Utang Pemerintah Tembus Rp506 Triliun hingga Agustus, Ini Kondisi SBN
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 13.50