Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Mayoritas dari SBN, Apa Risikonya bagi APBN?

Pemerintah mencatat utang per 30 Juni 2026 mencapai Rp10.293,69 triliun, dengan 87,11% (Rp8.966,79 triliun) berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) dan sisanya (Rp1.326,90 triliun) dari pinjaman. Utang bertambah Rp655,79 triliun dalam semester I 2026, didorong strategi penerbitan utang di awal (front loading) dan depresiasi rupiah terhadap utang valas. Ekonom Awalil Rizky menjelaskan bahwa penilaian utang dalam rupiah menimbulkan tambahan beban akibat pelemahan mata uang. Pemerintah menggunakan utang sebesar Rp477,43 triliun untuk menutup defisit APBN Rp196,5 triliun dan mendanai investasi Rp52,21 triliun. Strategi front loading menyebabkan pembiayaan utang melampaui kebutuhan riil, tercermin dari SiLPA sebesar Rp255,5 triliun. Pelemahan kurs dalam enam bulan pertama 2026 menambah beban utang sekitar Rp154 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait