Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Mayoritas dari SBN, Apa Risikonya bagi APBN?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mencatat utang per 30 Juni 2026 mencapai Rp10.293,69 triliun, dengan 87,11% (Rp8.966,79 triliun) berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) dan sisanya (Rp1.326,90 triliun) dari pinjaman. Utang bertambah Rp655,79 triliun dalam semester I 2026, didorong strategi penerbitan utang di awal (front loading) dan depresiasi rupiah terhadap utang valas. Ekonom Awalil Rizky menjelaskan bahwa penilaian utang dalam rupiah menimbulkan tambahan beban akibat pelemahan mata uang. Pemerintah menggunakan utang sebesar Rp477,43 triliun untuk menutup defisit APBN Rp196,5 triliun dan mendanai investasi Rp52,21 triliun. Strategi front loading menyebabkan pembiayaan utang melampaui kebutuhan riil, tercermin dari SiLPA sebesar Rp255,5 triliun. Pelemahan kurs dalam enam bulan pertama 2026 menambah beban utang sekitar Rp154 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.45
Utang Pemerintah Tembus Rp 10.293 Triliun per Juni 2026, Intip Komposisinya
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.26
Menkeu Purbaya: Presiden Prabowo Usul Ambil Laba Danantara untuk Cadangan Fiskal
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.45
Purbaya Bilang Keuntungan Danantara Buat Cadangan APBN Ide Presiden
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 06.40
Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Masih Aman? Ini Penjelasan Kemenkeu
Berita terkait
Utang Pemerintah Indonesia Sentuh Rp10.293 Triliun, Masih Aman?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.26
Data Baru! Utang Pemerintah Rp10.293 T, 41% dari PDB
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.01
Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Ditanggung APBN, Cicilan Mulai September
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 20.15
Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.06