Utang Whoosh Dilimpahkan ke Negara, Purbaya Yakin Bisa Nyicil 80 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan dilimpahkan ke negara melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Proses penyelesaian utang ini diperkirakan akan diselesaikan dengan menggunakan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA), dengan satu SMV saja dianggap cukup untuk mengelola cicilan utang. Purbaya menargetkan serah terima pengelolaan aset dan kewajiban Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Danantara ke Kemenkeu dapat dilaksanakan pada 15 September 2026. Dengan restrukturisasi utang yang dilakukan, pemerintah diproyeksikan hanya perlu membayar cicilan sebesar Rp 1 triliun atau sedikit di bawahnya per tahun selama 80 tahun, sehingga beban pembayaran dianggap dapat dikelola.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 19.17
Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya: Kita Sudah Mati, Santai Saja
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.31
Purbaya Ungkap Rp 800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 17.59
Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya: Iya Kita Sudah Mati, Santai Saja
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.40
Purbaya Pastikan Dana Penanggulangan Bencana Aman, Masih Ada Rp900 Miliar Siap Pakai
- utang whoosh
- purbaya yudhi sadewa
- kereta cepat jakarta-bandung
- kementerian keuangan
- restrukturisasi utang
Berita terkait
Airlangga Ungkap Respons China soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.55
Purbaya Berbagi Suka Duka Setahun Jadi Menteri Keuangan: Berat Badan Turun dari 102 ke 88 Kg
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 16.31
Utang Whoosh Segera Diambil Alih Kemenkeu pada Pekan Ketiga September
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.10
Purbaya Siap Bayar Utang Kereta Cepat, Uangnya Sudah Ada
Detik.com · 7 September 2026 pukul 20.26