Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Ungkap Respons China soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Tiongkok merespons positif rencana pemerintah Indonesia yang akan membuat Kementerian Keuangan mengambil alih utang proyek kereta cepat Jakarta‑Bandung atau Whoosh. Kementerian Keuangan akan mengakuisisi seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan menargetkan proses tersebut rampung pada pertengahan September.

Upaya penyelesaian utang kereta cepat dibahas dalam rapat pemerintah yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), CEO Danantara Rosan Roeslani, dan COO Danantara Dony Oskaria. AHY mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah sepakat bahwa Kementerian Keuangan akan menyelesaikan utang kereta cepat, sesuai dengan rencana yang sebelumnya diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Kementerian Keuangan akan menanggung biaya tersebut dan bahwa Purbaya akan mengatur skemanya, meskipun ia tidak menjelaskan apakah anggaran negara akan digunakan.

Setelah pengambilalihan pada September mendatang, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan di bawah Kementerian Keuangan. Saat ini, 60% saham KCIC dipegang oleh Indonesia melalui PT PSBI dan 40% oleh konsorsium Tiongkok; setelah pengambilalihan, Kementerian Keuangan akan memegang 60% saham KCIC.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait