Utusan Khusus Presiden Hashim Sebut Pengembangan Biofuel Penting untuk Hadapi Gejolak Geopolitik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) untuk mengatasi kerentanan ekonomi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah. Ketergantungan tinggi pada impor energi dari kawasan tidak stabil dinilai membuat rantai pasok energi nasional menjadi rapuh.
Sebagai langkah kemandirian energi, pemerintah fokus mengembangkan biodiesel B50 dan bioetanol E20. Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan B50 secara nasional, dengan target penyaluran 100 persen di seluruh SPBU pada Oktober 2026. Setelah B50, pemerintah akan mendorong penerapan E20 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 19.40
Danantara Umumkan Investasi USD250 Juta di Raksasa Migas Amerika Serikat
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Melandai Usai G7 Sepakat Lepas Cadangan
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.03
Pemerintah Klaim Harga BBM RI Lebih Murah Dibandingkan Negara Lain
Berita terkait
Harga Minyak Mentah Indonesia Agustus 2026 Tembus US$ 89,43 per Barel
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 13.28
RI Sukses Buat BBM Baru B50, Jepang dan Eropa Sampai Mau Belajar
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.30
Iran Babak Belur Dibombardir Amerika & Israel, Rusia Hanya Beri Bantuan Diplomatik
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 13.11
Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 21.00