Video: Harga Minyak dan Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

The Federal Reserve System (The Fed) resmi menaikkan suku bunga acuan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75%-4,00% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu, 16 September 2026. Kenaikan ini merupakan langkah untuk menangkal inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat, yang belum mencapai target 2%. Menurut Maesaroh, ekonom di CNBC Indonesia Research, kebijakan suku bunga tinggi ini dipengaruhi oleh data inflasi yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang masih kuat di AS. Isyarat kenaikan suku bunga lanjutan juga diproyeksikan sejalan dengan perkembangan data ekonomi makro AS. Lonjakan harga minyak global akibat ketegangan perang yang berlanjut semakin mendorong tekanan inflasi global. Kondisi ini membuat pasar keuangan, termasuk di Indonesia, cenderung mengalami capital outflow dari pasar modal dan pasar obligasi. Suku bunga yang tinggi sulit untuk ditekan turunkan dalam waktu dekat mengingat tekanan inflasi yang masih ada.
Bagikan
Berita terkait
Harga Perak Antam Hari Ini 11 September 2026 Turun Rp 2.340
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.24
IHSG Diprediksi Sideways di 6.450-6.700 Pekan Ini, Investor Tunggu The Fed
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 08.27
Wall Street Menguat, Investor Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
kumparan · 14 September 2026 pukul 06.30
Rupiah Merosot ke 17.585 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.04