Wall Street Menguat, Investor Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street ditutup kuat pada Jumat (11/9) dengan S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq 0,96 persen, dan Dow Jones 0,98 persen. Kenaikan ini didorong oleh penurunan harga minyak dan data inflasi AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Saham produsen server AI seperti Dell, HPE, dan HP Inc masing-masing melonjok 12, 12, dan 8,4 persen setelah laporan keuangan Oracle melebihi ekspektasi, meski saham Oracle turun 1,8 persen. Data inflasi konsumen AS menunjukkan percepatan kenaikan harga, terutama bensin, menambah tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan moneter. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada 16/9 mencapai hampir 90 persen, naik dari 72 persen sehari sebelumnya. Harga minyak Brent turun hampir 3 persen namun tetap di atas USD 104 per barel, sementara pasokan minyak tetap rentan akibat serangan di jalur pelayaran Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 18.00
Video: Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 11.39
Harga Perak Antam Hari Ini 12 September 2026 Naik Rp 400
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 06.30
Top 3: Harga Emas Tergelincir
Berita terkait
Wall Street Melemah, Pasar Khawatir The Fed Naikkan Suku Bunga
kumparan · 11 September 2026 pukul 06.31
The Fed Akan Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Menguat di Atas 1 Persen
kumparan · 4 September 2026 pukul 06.21
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Wall Street Melemah Usai Data Inflasi AS Naik 3,7 Persen
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 06.05