Video: Jurus PTBA Kejar Bisnis "Beyond Batu Bara" - Jajal Kendaraan EV
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Bambang Ismawan menyatakan optimisme mencapai target produksi 48 juta ton pada 2026, sekaligus memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 50% dari total produksi untuk pasar dalam negeri. Meski pasokan batu bara kalori tinggi terus berkurang, permintaan dan harga batu bara kalori menengah dan rendah masih kuat, didorong oleh tingginya permintaan global di tengah konflik di Timur Tengah.
Untuk menjaga keberlangsungan bisnis, PTBA mengembangkan proyek hilirisasi batu bara, termasuk gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang dapat menggantikan LPG. Pembangunan pabrik gasifikasi ini diproyeksikan dimulai pada 2027.
Sebagai bagian dari diversifikasi bisnis di luar sektor batu bara, PTBA juga mengakselerasi transisi ke kendarakan listrik di operasional pertambangannya guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Target ini sejalan dengan strategi 'Beyond Batu Bara' yang ditujukan untuk memperkuat posisi perseroaan di tengah dinamika pasar energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.20
Semester I-2026, Biaya Fuel PTBA Naik 16%, Dampak B50 Disebut Kecil
Berita terkait
Video: Strategi PTBA Jaga Kinerja di Tengah Dinamika Pasar Batu Bara
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.25
Video: Bedah Bisnis Batu Bara PTBA Perkuat Ketahanan Energi Era Perang
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.05
Efisiensi Angkat Kinerja PTBA, Laba Semester I 2026 Melonjak 215% Jadi Rp2,64 T
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.30
Laba PTBA Meroket 215% Jadi Rp 2,64 Triliun, Ini Penopangnya
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.45