Video: Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri keramik Indonesia tengah kesulitan karena kendala pasokan gas bumi yang dikendalikan PGN. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menyampaikan bahwa biaya gas merupakan komponen produksi terbesar, sehingga kenaikan harga dan pembatasan kuota gas berdampak langsung pada meningkatnya biaya dan gangguan produksi. Akibatnya, kapasitas produksi dan utilisasi pabrik tidak optimal. Untuk mengatasi hal ini, ASAKI meminta dukungan pemerintah agar pasokan dan harga gas industri dapat ditetapkan melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sehingga industri dapat memaksimalkan produksinya. Dengan kepastian pasokan dan harga gas yang stabil, industri keramik diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 758 juta meter kubik, dengan nilai investasi mencapai Rp12 triliun dan menciptakan 7.500 lapangan kerja baru. Ekspansi ini juga diharapkan mendukung program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), 13 Juta Rumah, dan Koperasi Desa Merah Putih. ASAKI menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung agar industri keramik dapat bersaing secara global sekaligus memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.
Bagikan
Berita terkait
Pasokan Gas Dipangkas, Industri Keramik & Kaca Berpotensi Kurangi Produksi
kumparan · 16 September 2026 pukul 20.00
Pasokan Gas Terbatas, 6 Pabrik Keramik Mulai Hentikan Produksi
kumparan · 15 September 2026 pukul 17.46
Industri Keramik Menjerit! Pasokan Gas Dibatasi 80 Persen
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.17
Mahfud MD: Mustahil Nusron Wahid Tidak Tahu soal Dugaan Suap HGB Summarecon
JawaPos · 20 September 2026 pukul 18.00