Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Video: Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Industri keramik Indonesia tengah kesulitan karena kendala pasokan gas bumi yang dikendalikan PGN. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menyampaikan bahwa biaya gas merupakan komponen produksi terbesar, sehingga kenaikan harga dan pembatasan kuota gas berdampak langsung pada meningkatnya biaya dan gangguan produksi. Akibatnya, kapasitas produksi dan utilisasi pabrik tidak optimal. Untuk mengatasi hal ini, ASAKI meminta dukungan pemerintah agar pasokan dan harga gas industri dapat ditetapkan melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sehingga industri dapat memaksimalkan produksinya. Dengan kepastian pasokan dan harga gas yang stabil, industri keramik diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 758 juta meter kubik, dengan nilai investasi mencapai Rp12 triliun dan menciptakan 7.500 lapangan kerja baru. Ekspansi ini juga diharapkan mendukung program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), 13 Juta Rumah, dan Koperasi Desa Merah Putih. ASAKI menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung agar industri keramik dapat bersaing secara global sekaligus memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Berita terkait