Video: Sinyal Suku Bunga Tinggi BI dan The Fed, Bos MI Ungkap Efeknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Doni Firdaus, Direktur Investasi Bahana TCW, menyatakan ketidakpastian geopolitik dan suku bunga tinggi masih menjadi perhatian investor hingga akhir 2026. Meski harga minyak turun di bawah USD 100 per barel, Bank Sentral AS (The Fed) masih memantau inflasi tinggi yang berpotensi mempengaruhi Fed Funds Rate. Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) mempertimbangkan dampak El Nino terhadap inflasi serta tren suku bunga tinggi global termasuk di Jepang dalam penetapan BI Rate. Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo dianggap positif untuk mengurangi ketidakpastian pasar. Pengelola dana jumbo akan memantau dampak suku bunga tinggi terhadap daya tarik aset investasi di pasar saham dan obligasi Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.15
Harga Emas Hari Ini 10 Agustus 2026: Termahal Tembus Rp 2,3 Juta
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 09.52
BI tingkatkan penggunaan QRIS di Tomohon International Flower Festival
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 20.56
Lapangan Kerja AS Susut 23.000, Tingkat Pengangguran Turun Jadi 4,1%
Berita terkait
Pjs Gubernur BI Destry: Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.11
Gawat, Cadangan Emas RI Mengkhawatirkan, Kalah Jauh dari Negara Lain
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.08
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35
Harga Emas Dunia Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.00