Wabah dari Laboratorium Rusia Picu Efek Berantai, Ratusan Orang Dikarantina hingga Industri Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang peneliti perempuan berusia 28 tahun di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal dunia akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas Rusia sedang menyelidiki dugaan kebocoran agen infeksi berbahaya di fasilitas tersebut. Muncul kekhawatiran terkait pneumonic plague (wabah paru) yang disebabkan bakteri Yersinia pestis karena sifatnya yang dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan.
Sebagai langkah antisipasi, pabrik aluminium sekitar mewajibkan penggunaan masker. Laporan tidak resmi menyebutkan hampir 200 orang berada di bawah pengawasan medis dan adanya karantina di satu rumah sakit bersalin di Shelekhov, meski belum dikonfirmasi resmi oleh pemerintah. Rospotrebnadzor menyatakan situasi epidemiologi wilayah tersebut masih stabil, sementara WHO dan CDC memantau perkembangan situasi guna memastikan penanganan yang tepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 21.00
Negara ini Dilanda Wabah Ebola Terbesar, Korban Tewas Tembus 4.000
Berita terkait
Tren kasus pneumonia di Jakbar naik drastis pada triwulan ketiga 2026
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 20.05
Virus Mematikan Menyebar, Tim Pemakaman Jadi Sasaran Kemarahan Warga
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.30
Kasus Pneumonia Melonjak di Pontianak Akibat Kabut Asap
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 05.47
Wabah Ebola di Kongo Tembus 5.500 Kasus, Negara Tetangga Perketat Pengawasan
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 13.04