Virus Mematikan Menyebar, Tim Pemakaman Jadi Sasaran Kemarahan Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) tidak hanya menyerang pasien dan tenaga medis, tetapi juga menempatkan tim pemakaman di provinsi Ituri dalam situasi genting. Sejak wabah merebak pada pertengahan Mei, tim-tim kecil yang dipimpin oleh petugas seperti Yuma Adolphe dikerahkan untuk menggali kuburan, menyiapkan jenazah, dan memastikan pemakaman aman. Mereka hanya mendapatkan bayaran sekitar Rp352.000 per hari, namun menghadapi tekanan yang terus meningkat seiring jumlah korban bertambah. Tugas mereka semakin sulit karena harus menghindari kemarahan keluarga korban yang tidak dapat melakukan ritual pemakaman tradisional.
Bagikan
Berita terkait
Kasus Ebola Kongo Capai 5.514 dengan 2.642 Kematian, 10 Negara Afrika Perketat Perbatasan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.47
Wabah Ebola di Kongo Tembus 5.500 Kasus, Negara Tetangga Perketat Pengawasan
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 13.04
Wabah Mematikan Tembus 5.000 Kasus: Tak Terkendali-Belum Ada Obatnya
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.30
Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.18