Wall Street Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak Mentah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (1/9), dengan tiga indeks utama Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,79 persen, 0,71 persen, dan 1,03 persen. Penurunan ini terutama dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi global hingga level tertinggi dalam beberapa tahun dan kenaikan harga minyak mentah, yang memperkuat kecemasan inflasi. Spekulasi kebijakan moneter yang lebih ketat juga mendukung tekanan ini, dengan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September melompat menjadi 68,2 persen. Konflik geopolitik AS-Israel-Iran yang belum selesai dan eskalasi militer di Teluk Hormuz menjadi faktor tambahan yang memicu ketidakpastian pasar. Selain itu, tekanan musiman juga berperan, mengingat September secara historis cenderung menghasilkan return negatif untuk bursa saham AS sejak 1926. Sektor energi menguat mendukung oleh kenaikan harga minyak, sementara sektor consumer discretionary dan semikonduktor mengalami penurunan signifikan. Volume perdagangan mencapai 14,38 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir.
Bagikan
Berita terkait
Proyeksi IHSG Masih Solid di Tengah Tekanan Suku Bunga AS
kumparan · 2 September 2026 pukul 06.53
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Wall Street Ditutup Melemah Usai The Fed Komitmen Tekan Inflasi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Inflasi Naik, Bank of Korea Kerek Suku Bunga Utama Jadi 3%
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.00